Bedah Buku SDK Mendayung dari Hulu 2025: Soroti Kisah Kepemimpinan dan Spiritualitas Suhardi Duka

Bedah Buku SDK Mendayung dari Hulu 2025: Soroti Kisah Kepemimpinan dan Spiritualitas Suhardi Duka (ANTARA/istimewa)

Jakarta (ANTARA) – Buku biografi biasanya hadir kaku dan berjarak. Tapi tidak dengan SDK Mendayung dari Hulu: Maestro Bertangan Dingin dari Sulawesi Barat.

Buku ini menghadirkan perjalanan hidup Suhardi Duka dengan cara yang menyentuh, jujur, dan sesuai karakter SDK. Biografi ini diterbitkan pada Maret 2024 oleh PT Quantum Media Aksara.

Dalam rangka meneladani sosok SDK yang menginspirasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Prov. Sulbar mengadakan bedah buku pada Senin (30/6).

Hadir sebagai narasumber yaitu Kadis DKPD Provinsi Sulbar Drs. H. Khaeruddin Anas, M.Si., Gubernur Sulawesi Barat Dr. Suhardi Duka, M.M., Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Barat Dr. Hj. Sitti Suraidah Suhardi, S.E., M.Si., penulis biografi Sofa Nurdiyanti, dan Tim Ahli Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Hajrul Malik, S.Ag., M.Pd. sebagai moderator acara.

Hajrul Malik sebagai moderator menyoroti tentang Sitti Suraidah Suhardi yang juga tertulis kisahnya dalam biografi dengan judul bab “Bukan Politisi Karbitan”.

Suraidah pun menceritakan kisah dibalik terjunnya ia ke dunia politik atas dorongan dari bapaknya, SDK.

“Sewaktu saya ikut Bapak perjalanan dinas, saya complain. Pak, kenapa saya jadi politisi. Dunia politisi ini adalah dunia laki-laki. Tapi, Bapak menjawab karena kamu anakku. Jadi, saya tahu kamu. Dari situ timbul bahwa Bapak punya harapan besar kepada saya dari 7 bersaudara,” jelas Suraidah dalam keterangannya, Selasa.

Selain SDK selain dikenal sebagai tokoh yang tegas dan berkomitmen, ia juga memiliki sisi spiritualitas tinggi. Sisi ini yang jarang diketahui orang lain adalah SDK sosok anak yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, terutama ibu.

Sofa Nurdiyanti sebagai penulis biografi menyampaikan ada satu momentum mengharukan yang dikisahkan dalam buku. Momen tersebut terjadi ketika SDK mengantar ibunya pergi haji pada tahun 2008. SDK mendorong ibunya yang duduk di kursi roda saat tawaf.

“Mulai saya lahirkan kamu sampai nanti saya mati, kalau saya duluan mati maka dosamu terhadap saya sudah tidak ada. Sudah terhapus semua dosamu,” ucap ibunya kepada SDK.

Momen magis tersebut merupakan salah satu bukti bagaimana bakti SDK kepada ibunya. Setiap kali SDK hendak melakukan sesuatu, ia selalu meminta doa ibunya. Kisah ini bukan tentang pencapaian politik semata, melainkan tentang keberanian, keteguhan hati, dan bagaimana kekuatan doa seorang ibu bisa mengantar seseorang pada titik terbaik hidupnya.

Acara bedah buku ini digelar pada 30 Juni 2025 dan menjadi ajang reflektif bagi siapa saja yang ingin belajar dari sejarah hidup SDK. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat ini dimulai pukul 8.00—selesai.

Lebih dari 200 orang undangan yang terdiri dari Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), pimpinan perguruan tinggi, pegiat literasi, mahasiswa, dan pelajar. Kegiatan bedah buku ini juga disiarkan secara langsung di kanal YouTube Dispusarsip Prov. Sulbar.

Artikel ini telah ditayangkan di Antaranews.com: https://megapolitan.antaranews.com/berita/408109/bedah-buku-sdk-mendayung-dari-hulu-2025-soroti-kisah-kepemimpinan-dan-spiritualitas-suhardi-duka

Komentar

Tinggalkan komentar